Free Essay

Quality Control

In: Business and Management

Submitted By rifeald
Words 3259
Pages 14
BODY GLOVE

GAMBARAN KASUS

Pada bulan Maret 1991, Russ Lesser, presiden dari Body Glove, sebuah perusahaan kecil manufaktur yang memproduksi wetsuit, mereview progress perusahaan yang didirikannya, dan juga permasalahan yang dihadapi selama 9 bulan dia menjadi presiden. Hasilnya adalah perusahaan berjalan dengan baik, menguntungkan dan menempati peringkat kedua dalam industry wetsuit. Persaingan dalam industry wetsuit sangatlah kompetitif dan pasarnya sangat rumit, dengan pertumbuhan yang cepat, konsumen yang mengetahui fashion, dan permintaan musiman. Kesuksesan Body Glove tergantung pada kemampuannya merespon dengan cepat sesuai dengan perubahan situasi pasar. Respon ini harus difasilitasi oleh manajemen perusahaan, dan Russ bertanya-tanya apakah perusahaan telah melakukan prosesnya dengan tepat sesuai dengan tempatnya.

THE WETSUIT MANUFACTURING INDUSTRY

Wetsuit adalah pakaian ketat, dengan bahan pakaian terbuat dari neoprene, seperti karet. Pakaian ini dinamakan wetsuit karena dapat menyerap air hanya diantara kulit dan pakaian, dan kemudian dihangatkan oleh temperature tubuh, dan disediakan lapisan penyekat.

Sangat sulit untuk untuk mendeteksi ukuran dari pasar wetsuit karena rata-rata perusahaan di dalam industry ini adalah perusahaan privat tetapi diperkirakan menyumbang pendapatan sebesar $60 Miliar pada pasar domestic US. Sangat jelas industry wetsuit telah berkembang dengan pesat sejak tahun 1950an karena dua factor utama yaitu :

1. Munculnya berbagai macam jenis olahraga diiringi dengan fashion wetsuit dimana menciptakan keinginan konsumen untuk membeli wetsuit yang berbeda untuk tiap jenis olahraga.

2. Perusahaan manufaktur yang memproduksi wetsuit juga mempengaruhi pilihan konsumen dan pemilihan merk dengan meningkatkan pemasaran dan menjadi sponsor dari atlet olahraga air.

Industry ini ditemukan pada tahun 1990. O’Neill perusahaan terbesar dalam industry ini, dengan pemasukan 50% dari pangsa pasar, memiliki reputasi untuk memproduksi bahan dasar wetsuit dengan kualitas yang tinggi. Body Glove, perusahaaan nomor dua dalam industry ini dikenal sebagai pelopor fashion. O’Neill dan Body Glove bersaing secara ketat diberbagai segmen pasar dengan cara meningkatkan pangsa pasar mereka pada pengeluaran dari competitor mereka.

Kebayakan pembeli wetsuit menekankan pada kualitas dan kenyamanan. Perubahan biaya pada pembelian berbagai macam merk wetsuit sangat kecil, membuat pegawai Body Glove lebih memperhatikan pada bagaimana menghasilkan penjualan dan bukan memuaskan konsumen. Perusahaan memasarkan dirinya sebagai merk gaya hidup yang bermanfaat, sedangkan O’Neill memiliki image sebagai bad boy. Untuk memelihara image ini menuntut manager Body Glove untuk menjual produknya sesuai image perusahaan dan kualitas produk.

Sejarah Body Glove

Pada tahun 1953, dua orang saudara kembar yang berkerja sebagai penjaga pantai Bob dan Bill Meistrell membuka Dive ‘n Surf, sebuah took retail untuk olahraga air di pantai Hermosa, California. Kemudian pada tahun tersebut membuat wetsuit dari bahan neoprene yang fit seperti sarung tangan untuk melindungi surfer dan penyelam dari temperature air laut yang dingin. Mereka mulai memproduksi wetsuit dengan merk Body Glove dan memasarkannya pada tokonya dan juga toko lainnya. Selama 30 tahun Body Glove membangun loyalitas konsumen di California berdasarkan produk yang dapat diandalkan, harga yang terjangkau, dan pelayanan yang superior.

Pada tahun 1983, Robbe Meistrell anak dari Bob Meistrell menjadi presiden dan memimpin perusahaan dan berhasil memimpin perusahaan dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Hasil penjualan Body Glove meningkat dua kali lipat pada periode 1986-1991. Perusahaan mengkapitalisasi permintaan pada warna yang baru dan desain logo yang unik. Pada tahun 1986 perusahaan mengajukan lisensi logo Body Glove kepada American Marketing Works atas penjualannya pada pakaian pantai dan olahraga. Total pendapatan di tahun 1990 pada induk perusahaan Body Glove, Dive ‘n Surf Inc. adalah $15 Miliar dengan $8 Miliar didapat dari penjualan wetsuit.

Di tahun 1990 Body Glove mengalami perubahan pada manajemen perusahaan. Kurt Rios diangkat menjadi presiden dan chief financial officer dan Mark Malinski mengambil alih tanggungjawab sebagai direktur manufacturing. Keluarga Meinrell hanya mengambil bagian pada promosi di berbagai event dan manajemen yang baru mengambil alih kegiatan operasi sehari-hari.

Di tahun 1991 Body Glove mempekerjakan kurang lebih 300 pegawai. Susunan fungsional perusahaan dapat dilihat sebagai berikut :

Susunan Organisasi pada Dive ‘ Surf, Inc.

[pic]

Market

Body Glove memproduksi full line neoprenes wetsuit dan asesoris yang didesain untuk memenuhi permintaan atas kebutuhan olahraga air. Permintaan sangat musiman, sehingga untuk memelihara arus kas, perusahaan mulai memproduksi peralatan papan ski dan papan selancar dan produk lainnya. Produk yang dijual Body Glove dapat dilihat pada daftar berikut :

Product Line Overview

|Surfing |cold water fullsuits, jacket and legsuits; springsuits; and warm water |
| |wetsuits |
| | |
|Triathlons |Triathlon wetsuits |
| | |
|Watersking and jet skiing |cold water fullsuits, jacket and legsuits; springsuits; vests; trunks, and|
| |warm water wetsuits |
| | |
| |cold water fullsuits, combination wetsuits, warm water divesuits, vests, |
|Diving wetsuits |and hoods |
| | |
| |Cold water fullsuits, jackets and legsuits, waders, and vests |
|Whitewater sport wetsuits Accessories | |
| |Surf accessories, booties, gloves, hoods, and miscellaneous accessories |
| | |
|Ski and Snowboard Line |Neoprene pants, neoprene bibs, neoprene jackets, and snow accessories |
| |Braces, pads, gloves, supports shorts, and miscellaneous accessories |
| | |
|Orthopedic Products | |

Body Glove menjual produknya melalui toko-toko olahraga dan toko miliknya sendiri Dive ‘ n Surf di pantai Redondo dan Del Almo, California.

Target utama perusahaan adalah untuk menjatuhkan O’Neill dan menjadi nomor satu perusahaan manufaktur wetsuit pada tahun 2000. Tetapi pertumbuhan perusahaan pada lima tahun terakhir mengakibatkan tekanan pada kegiatan operasional manufatur. Area manufactur tidak hanya harus meningkatkan kapasitasnya tetapi juga memelihara fleksibilitasnya untuk mencapai perubahan permintaan konsumen.

Order Cycle

Body Glove memproduksi produk untuk dua musim, musim gugur dan musim semi. Pada musim gugur memproduksi neoprene yang lebih tebal dibandingkan pada musim semi. Produk pada musim gugur memiliki biaya tenaga kerja dan material yang lebih mahal. Biaya yang dikeluarkan pada produk musim gugur rata-rata adalah sebesar $100 dan pada produk musim semi sebesar $60.

Setiap musim memiliki masing-masing formal order cycle yang terdiri dari tiga tahapan yaitu :

1. Pre-book,

Pada tahapan ini pegawai penjualan akan mengunjungi toko dan menunjukkan contoh produk yang baru. Toko retail memberikan estimasi atas keputusan pemesanannya. Body Glove memberikan insentif kepada dealer atas pemesanannya selama tahap pre-book. Dealer mendapatkan diskon dan biaya pengiriman secara gratis.

2. Build

Body Glove menggunakan estimasi pemesanan tersebut dan informasi mengenai tambahan pemesanan pada tahapan pre-book untuk membuat stok produknya.

3. Deliver

Proses pengiriman termasuk proses penyelesaian produksi dan memingirimkannya kepada outlet-outlet.

Jadwal setiap tahapan-tahapan yang dilakukan dapat dilihat pada data sebagai berikut :

Timing of Order Cycle Phases

|Order Phase |Fall Line |Spring Line |
|Pre-book |October – November |May – June |
|Build |November – December |June – July |
|Deliver |January - June |September – December |

Perusahaan memproduksi seluruh produknya selama setahun, tetapi mayoritas penjualan setiap produk terjual pada musim dimana produk tersebut dibutuhkan dengan persentase 60% pada pada produk musim gugur dan 40% pada produk musim semi.

Marketing Strategy

Body Glove dapat meningkatkan penjualannya karena kualitas produk dan komitmen perusahaan pada dealer dan konsumennya. Strategy pemasaran yang dilakukan Body Glove adalah menyediakan pelayanan yang sempurna dan produk tidak dapat ditemukan di berbagai tempat. Hasil dari strategy pemasaran ini adalah Body Glove dapat menjual produk wetsuit di 1500 toko retail di 33 negara.

Keuntungan kompetitif Body Glove datang dari kualitas manufactur dan desain yang fleksibel sesuai dengan kepuasan konsumen. Perusahaan memelihara komitmennya dengan memberikan penghargaan pada sales representative berdasarkan target pelayanan konsumen yang dilakukan. Sales representative memberikan gaji kepada pegawainya bukan berdasarkan komisi tetapi mereka diberikan kesempatan untuk mendapatkan bonus berdasarkan dari penjualan yang dihasilkan ditambah dengan kepuasan konsumen yang dicapai.

Production Process

Misi dari departemen produksi Body Glove adalah memproduksi produk yang berkualitas dan memelihara fleksibilitas untuk memenuhi kepuasan konsumen atas permintaan yang terus berubah. Proses produksi memiliki enam tahapan yaitu :

1. Cutting

2. Sewing

3. Gluing

4. Screening

5. Finishing

6. Repairs

Idealnya perusahaan memproduksi pada tingkat yang konstan, tetapi tidak selamanya terjadi. Pernasalahan utamanya terletak pada fasilitas produksi di pantai Hernosa. Fasilitas yang ada tidak cukup luas untuk menyimpan persediaan sesuai dengan level yang diinginkan.

Pada bulan Juli 1991 perusahaan memproduksi produknya dengan dua jalur, satu untuk memproduksi produk pada sakala besar, dan satu lagi untuk memproduksi produk berbagai jenis, permintaan yang khusus, dan pengerjaan ulang.

Demand Forecasting and Production Policies

Andrew Coulter, manager internationals sales dan Kurt Rios, national sales manager, merancang perhitungan penjualan pada bulan Maret dan Oktober setiap tahunnya. Perhitungan pada bulan Maret adalah untuk penjualan produk musim gugur dan perhitungan pada bulan Oktober adalah untuk penjualan produk musim semi. Perhitungan didasarkan pada data persediaan, tren fashion, permintaan konsumen, siklus produk, strategy penjualan pada Body Glove, dan prediksi manager atas pasar.

Dari perhitungan ini, Andrew membuat rencana material yang dibutuhkan berdasarkan Bill of Materials (BOM) untuk tiap ukuran dan warna. Andrew juga membuat perhitungan atas neoprene yang digunakan, pengeluaran tiap-tiap item, dan membebankan biaya lima kali dari pembelian material. Lead time selama tiga bulan sangat dibutuhkan untuk pengiriman dikarenakan pembelian semua neoprene yang dibutuhkan Body Glove didapat dari Jepang.

Seringkali pembelian neoprene didesain dengan tidak tepat sesuai dengan projek. Untuk menghindari carrying cost bahan neoprene sebesar 12%, Andrew memesan neoprene dengan jumlah ekstra untuk mengantisipasi berbagai macam perubahan yang terjadi di pasar. Manager Body Glove mengestimasi bahwa pada tahun 1990, mereka rugi $1 Miliar pada penjualan dikarenakan hal tersebut. Mereka yakin bahwa nilai pencegahan carrying costs neoprene lebih rendah dibandingkan nilai opportunity cost of sales.

Tim manajemen baru yang percaya bahwa biaya yang dikarenakan kekurangan material lebih besar dibandingkan dengan carrying cost mengambil keputusan untuk menyediakan persediaan yang lebih untuk finished goods. Akhirnya manajemen memutuskan untuk menghitung produksi berdasarkan rencana produksi dengan mengkombinasikan pre-book dan data historis. Langkah utama yang dilakukan adalah sama seperti sebelumnya, tetapi manager mulai untuk mengevaluasi ulang perhitungan berdasarkan pre-book dan juga informasi lainnya dari luar.

Hasil awal dari perubahan yang dilakukan berhasil. Perusahaan mampu untuk merubah persediaan dua kali pada tiap musim.

Planning, Budgeting, and Operating Reviews

Berdasarkan tahun fiscal 1991, Body Glove tidak pernah membuat anggaran. Pada tahun ini rencana keuangan hanya berdasarkan pada proses bottom-ip.

Proses anggran dimulai tahun 1991 pada bulan November. Tim manajemen membuat estimasi bahwa mereka dapat meningkatkan penjualan sebesar 25% dari tahun 1991. Russ juga meminta tiap departmene untuk membuat laporan proyek dengan pengeluaran sebagai dasarnya (misalnya materials, gaji, biaya legal) untuk tahun depan. Setelah pernacanaan anggaran dibuat, Russ mengkonsolidasikannya, mereview, dan mendiskusikannya dengan para manajer, terkadang menyarankan perubahan. Russ berpikir bahwa hamper sebagian besar para manajer terlalu optimis dalam membuat perhitungan pendapatan tetapi proyeksi pengeluaran mereka sangat akurat.

Anggaran final dibuat setiap bulan Desember dan mulai digunakan pada tahun fiscal yang baru yaitu 1 Januari. Russ sendiri yang menyetujuin anggaran tersebut karena tidak terdapat permintaan dari dewan untuk memasukkan dan meminta persetujuan dari dewan. Proyeksi yang dibuat tidak digunakan untuk kredit dan pinjaman.

Selama tahun berjalan, anggaran digunakan untuk memonitor performance dan juga untuk mendeteksi sinyal awal dari suatu permasalahan. Russ membandingkan actual performance berdsarkan bulanan.

Jika suatu departemen tidak dapat mencapai target anggarannya, maka evaluasi atas performance kepala departemen akan sangat berpengaruh, tetapi Russ akan terlebih dahulu akan mencoba melihat alasan mengapa target tersebut tidak tercapai. Contohnya pada bulan July 1991 penjualan perusahaan berada dibawah budget, tetapi Russ memperhitungkan bahwa varians bukan merupakan permasalahan yang sebenarnya. Efisiensi produksi di bulan Juni diperbaiki dan akirnya perusahaan dapat mengirim produknya untuk pemesanan bulan July di bulan Juni sehingga perusahaan dapat lebih awal mengetahui pendapatan dan laba.

Annual budget tidak direvisi kecuali jika terjadi kejadian yang signifikan dan tidak dapat dihindarkan karena Russ pada akhir tahun ingin melihat berdasarkan how we did vs what we thought we’d do. B

Hubungan antara budget dan performance sangat terkait dengan insentif berdasarkan performance. Body Glove merencanakan pembagian keuntungan kepada karyawan yang telah bekerja pada perusahaan lebih dari 2 tahun, sebesar 6-7 % dari gaji.

Di periode normal dimana perusahaan mendapatkan keuntungan, manager mendapatkan bonus sekitar 10-12 % dari gajinya, walaupun pada tahun 1991 relatif buruk bagi perusahaan sehingga tidak ada bonus yang dibagikan. Indikator yang digunakan sebagai dasar bonus bagi para manager adalah hasil pekerjaannya termasuk pelayanan dan kepuasan konsumen, level penjuualan, produktivitas pabrik, dan pengendalian pengeliaran.

CONCERN FOR THE FUTURE

Untuk masa depan Body Glove, Russ berpikir apakah perushaan seharusnya melakukan sesuatu yang berbeda. Apakah dia seharusnya menerapkan rencana yang lebih formal dan proses evaluasi performance? Banyak orang berpikir bahwa budaya informal perusahaan menjadi kunci atas kesuksesannya selama ini, tetapi perusahaan sudah menjadi besar sekarang dan yang sangat signifikan lebih kompleks daripada dahulu. Apakah dia harus merubah operasional keuangan Body Glove menjadi entity terpisah? Hal ini akan membutuhkan alokasi biaya yang mahal seperti corporate overhead. Pakah dia harus mempersiapkan system laporan keuangan untuk tiap-tiap garis produk?

PEMBAHASAN KASUS

1. For what purposes does Body Glove use its budget system? Which purpose are emphasized?

Body Glove menggunakan bottom-up budgeting dimana definisi dari bottom-up budgeting adalah prosedur penyusunan anggaran dimana anggaran disiapkan oleh pihak yang akan melaksanakan anggaran tersebut. Kemudian anggaran tersebut akan diberikan kepada pihak yang jabatannya lebih tingi untuk mendapatkan persetujuan.

System penganggaran memiliki lima tujuan utama yaitu sebagai alat perencanaan, komunikasi dan koordinasi, pengalokasian sumber daya, pengendalian laba dan operasional, dan sebagai ukuran dalam mengevaluasi kinerja dan pemberian insentif

Dengan menggunakan sytem bottom-up budgeting, Body Glove menjalankan lima tujuan utama dari penganggaran.

a. Sebagai alat perencanaan

Pada Body Glove masing-masing departemen membuat anggaran sebagai perencanaan atas aktivitas yang akan dilakukan pada tahun berikutnya. Misalnya saja untuk menentukan jumlah produk wetsuit yang akan diproduksi tahun depan sehingga dapat menentukan besarnya pembelian bahan material untuk produk wetsuit.

b. Sebagai alat komunikasi dan koordinasi

Pada Body Glove setiap kepala departemen harus membuat perencanaan anggaran sesuai dengan target yang ingin dicapai perusahaan. Untuk itu harus dilakukan koordinasi dan komunikasi dengan departemen yang lainnya. Misalnya departemen produksi harus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan departemen marketing untuk mengetahui keadaan permintaan atas produk yang akan dihasilkan sehingga tidak terjadi produksi yang berlebihan.

c. Sebagai alat pengalokasian sumber daya

Body Glove memiliki dua product lines yaitu produk musim gugur dan musin semi. Sehingga harus dibuat perencanaan anggaran untuk menentukan pengalokasian material yang dibutuhkan pada proses produksi.

d. Sebagai alat pengendalian laba dan operasional

Perencanaan anggaran pada Body Gloves juga digunakan untuk membandingkan laba yang didapat perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan.

e. Sebagai alat untuk mengevaluasi kinerja dan pemberian insentif

Kinerja manajemen pada Body Gloves dievaluasi dengan cara membandingkan perencanaan anggaran yang dibuat oleh tiap-tiap departemen dengan biaya aktual yang dikeluarkan pada periode tersebut. Dan bila kondisi perusahaan memperoleh laba, pemberian insentif kepada karyawan diberikan sesuai dengan hasil evaluasi kinerja mereka.

Perencanaa anggaran yang dibuat oleh Body Glove lebih menekankan sebagai alat perencanaan hal ini dikarenakan Body Glove memiliki produk yang tergantung pada musim sehingga membutuhkan perencanaan yang matang untuk menunjang proses produksi. Dan karena pada produk wetsuit material yang digunakan didatangkan dari Jepang dan membutuhkan waktu untuk mulai dari proses pemesanan sampai dengan pengiriman, maka perencanaan anggaran dapat membantu untuk mengetahui berapa banyak material yang harus dipesan.

2. Trace the step in the development of the budget at Body Glove. What are the key events that relate to the timing of the steps in the budgeting process?

Kunci dari aktivitas yang akan dilakukan oleh Body Glove untuk membuat perencanaan anggaran yang berkaitan dengan waktu adalah dengan membuat periode perencanaan anggaran berdasarkan bulanan. Hal ini dikarenakan Body Glove memiliki dua product line yang memiliki siklus permintaan yang berbeda waktu. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut :

a. Mulai membuat proses perencanaan pada bulan November dengan membuat estimasi tingkat penjualan dan membaginya pada tiap-tiap bulan

b. Tiap-tiap departemen membuat perencanaan anggaran yang dibutuhkan berdasarkan material, gaji, biaya legal dll

c. Russ mengkonsolidasikan seluruh anggaran yang dibuat oleh tiap-tiap departemen, mereview, dan mendiskusikannya dengan para manager. Dan akan melakukan perubahan pada perencanaan anggaran tersebut jika dibutuhkan.

d. Russ kemudian menyetujuinya tanpa harus memasukkan dan meminta persetujuan dewan direksi

e. Anggaran yang dibuat disahkan pada akhir bulan Desember dan mulai digunakan pada tahun fiscal yang baru yaitu pada tanggal 1 Januari.

Selama periode berjalan, anggaran digunakan untuk menilai kinerja dari karyawan pada tiap-tiap departemen setiap bulannya. Hasil dari evaluasi tiap bulan tersebut akan digunakan sebagai dasar pemberian bonus jika pada akhir tahun diketahui laporan keuangan perusahaan mendapatkan laba.

3. The case says that Body Glove never prepared budget prior to fiscal year 1991. How can a company like Body Glove function effectively without budget, or can it?

Sebelum system budget digunakan pada tahun 1991, fungsi manajemen pada Body Glove tidak berjalan dengan baik dan efektif dan reputasi Body Glove sempat menjadi buruk. Hal ini dikarenakan Body Glove mengalami keterlambatan selama satu bulan pada proses pengiriman produknya kepada konsumen, akhirnya banyak konsumen yang kecewa.

Keterlambatan pada proses pengiriman ini dikarenakan estimasi yang salah pada persediaan produk. Estimasi tersebut meleset karena Body Glove memproduksi barang hanya berdasarkan perhitungan pre-book dimana normalnya estimasi yang didapat dari perhitungan pre-book adalah sekitar 50%-60% saja dari total penjualan. Sehingga Body Glove selalu mengalami kekurangan persediaan akan produknya. Hal ini sangat berdampak ketika terjadi tambahan pesanan dari konsumen. Body Glove harus memproduksi kembali produknya dan akhirnya permintaan tambahan tersebut mengalami keterlambatan pada proses pengiriman.

Disamping itu pembelian neoprene sebagai bahan baku produk Body Glove juga tidak selalu sesuai dengan produksi. Pembelian material neoprene sering dipesan secara berlebih dikarenakan neoprene ini dipesan dari Jepang dan memakan waktu tiga bulan untuk dapat memakai bahan ini sejak proses pemesanan dilakukan. Akibat dari pemesanan yang berlebihan itu diperkirakan

perusahan mengalami kerugian sebesar S1Miliar karena nilai opportunity untuk menjual lebih tingggi dibandingkan nilai carrying cost dalam hal mencegah kekurangan bahan baku.

4. What changes to Body Glove’s budgeting and review processes would you recommended, if any?

Menurut kami Body Glove dapat membuat laporan perbandingan anggarannya dengan mengkalisifikasikan anggaran tersebut sesuai dengan aktivitas dari tiap-tiap departemen. Sehingga dapat mempermudah dalam menilai kinerja dari tiap-tiap department atas perencanaan anggaran yang dibuatnya. Pengklasifikasian ini juga dapat mempermudah untuk melihat tingkat penjualan yang dihasilkan oleh Body Glove. Body Glove juga harus lebih memperhatikan kenaikan nilai varians antara actual budget dan budget yang direncanakan sebesar $422,279 untuk dapat menganalisa departemen mana yang mengalami selisih yang signifikan dan penyebab terjadinya selisih tersebut.

5. If Body Glove continues to grow and, perhaps, diversifies, what changes will have to be made to the budgeting and review process?

Metode yang digunakan oleh Body Glove untuk menyusun anggarannya dengan metode Flexible Budget. Metode ini mengaitkan volume aktivitas dengan jumlah biaya yang dianggarkan. Metode ini bermanfaat terutama untuk menaksir dan mengendalikan biaya produksi pada Body Glove yang membagi aktivitas produksinya menjadi dua line produk berdasarkan musim. Biaya untuk memproduksi dua line produk ini juga berbeda. Untuk memproduksi produk musim gugur dibutuhkan biaya labor dan material yang lebih mahal dibandingkan pada saat memproduksi line produk musim semi.

Dengan menerapkan metode ini perencanaan anggaran yang dilakukan oleh Body Glove akan lebih valid karena cost driver yang digunakan sesuai dengan line produk yang dihasilkan dan mempermudah manajemen untuk mengidentifikasi jika terjadi permasalahan dalam proses produksi. Perusahaan juga dapat memelihara kesinambungan antara produk yang dihasilkan dengan jumlah permintaan dari konsumen sehingga tidak terjadi lagi kekurangan stok persediaan finished good ketika permintaan bertambah.

DAFTAR PUSTAKA

Hilton

daryono.staff.gunadarma.ac.id/.../BAB+7+-+PENGANGGARAN.doc

Statement Of Authorship

“Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada perkerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.

Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya.

Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarism.”

|Kode Mata Kuliah |: |ACCT52104 |
|Nama Mata Kuliah |: |Akuntansi Manajemen dan Biaya |
|Pengajar |: |Dr. Lindawati Gani, SE, Ak., MM, MBA |
|Sesi Pertemuan ke |: |VI |
|Judul Kasus |: |Body Glove |
|Tahun Ajaran |: |2010-2011 |
|Semester |: |1 |
|Tanggal Penyerahan |: |21 Oktober 2010 |

|Nama |NPM |Tanda Tangan |
|Reliza Marisharini |1006795195 | |
|Rifeald Romauli |1006795200 | |
|Riza Nugraha |1006795226 | |
|Tanti Susanti |1006795283 | |

KASUS AKUNTANSI MANAJEMEN DAN BIAYA

BODY GLOVE

[pic]

OLEH :

1. RELIZA MARISHARINI 1006795195 2. RIFEALD ROMAULI 1006795200 3. RIZA NUGRAHA 1006795226 4. TANTI SUSANTI 1006795283

MAGISTER AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS INDONESIA

2010…...

Similar Documents

Premium Essay

Quality Control Procedures

...physicians or medical professionals. Addressing problem issues should be with direct plans of actions to be taken to correct the issues before the next audit. One of the agencies the medical health office, doctors and physicians want to associate with is the AAPC (American Academy of Professional Coders). "The AAPC was started in 1988 to make available professional certification and education to medical coders and promote the principles of medical coding by ensuring ongoing education, training, certification guidelines, work opportunities and networking. Presently, the AAPC has an association of 95,000 worldwide, and over 64,000 are certified." (Excerpt from AAPC website).   References Johnson G. (2004), Audit sampling in tests of controls, Retrieved on March 11, 2012 from: http://www4.semo.edu/gjohnson/SAMPLING.htm StatPac Inc. (2009), Sampling methods, Retrieved on March 11, 2012 from http://www.statpac.com/surveys/sampling.htm VMH. (2007), Auditing medical records, Retrieved on March 11, 2012 from http://www.state.nj.us/military/vmh-policies/35-02- 006.html AAPC website, http://www.aapc.com/...

Words: 866 - Pages: 4

Free Essay

7 Quality Control Tools

...Seven Quality Control Tools 1        1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pareto analysis Flowcharts Check sheets Histograms Scatter diagrams Control charts Fishbone diagram 2  Vilfredo Pareto was an Italian economist who noted that approximately 80% of wealth was owned by only 20% of the population. This was true in almost all the societies he studied. 3 1. Pareto analysis      Choosing the Most Important Changes to Make Pareto analysis is a very simple technique that helps you to choose the most effective changes to make. It uses the Pareto principle - the idea that by doing 20% of work you can generate 80% of the advantage of doing the entire job. Pareto analysis is a formal technique for finding the changes that will give the biggest benefits. It is useful where many possible courses of action are competing for your attention. 4   It is a statistical technique in decision making that is used for selection of a limited number of tasks that produce significant overall effect. It uses the Pareto principle - the idea that by doing 20% of work you can generate 80% of the advantage of doing the entire job. Or in terms of quality improvement, a large majority of problems (80%) are produced by a few key causes (20%). 5    Pareto analysis is a formal technique useful where many possible courses of action are competing for your attention. Basically, it consists of estimating the benefit delivered by each......

Words: 1812 - Pages: 8

Premium Essay

Quality Assurance and Control

...MANAGEMENT ENGINEERING PROGRAM QUALITY ASSURANCE AND CONTROL 2012-2013 SPRING SEMESTER GUIDELINES FOR THE TERM PROJECT PURPOSE: is to study, analyze, and propose solutions for the quality issues and problems of two selected manufacturing or service companies in a particular sector and also to analyze the economical and technological structure of the sector. TASK: Two manufacturing or service companies in a particular sector will be selected. The economical and technological structure of the sector will be analyzed and the quality issues and problems about the selected companies will be studied. In order to accomplish the term project, you are asked to form a group of 3 or 4 students and visit the companies in the selected sector to conduct in-depth interviews. Finally, you are asked to write a report about the sector analysis and the study about the selected companies. SCOPE: The report should be approximately 3000 words. The sector study may be between 1000 and 1500 words and the company study between 1500 and 2000 words. Electronic and/or hard copies of all references must be annexed. GUIDELINES: A. Analysis of the sector 1. The contribution of the sector to GNP 2. Exportations 3. Capital accumulation 4. Labor structure and employment 5. Level of technological development 6. Research and development potential 7. Expectations for future developments B. Study of the selected companies 1. Quality strategies and......

Words: 367 - Pages: 2

Premium Essay

Quality Control & Project Management

...total neglect of quality standards through lack of Quality control. Quality control, when implemented in a project, helps in yielding profit because the output is usually of great standard whereas when omitted, unavoidable losses are incurred. A project is said to be complete when the output not only conforms to pre-defined requirements but also to quality standards of the category it falls in. e.g. Standard for Quality Management Systems ISO 9001:2000 Automotive: ISO/TS 16949:2002 Energy: PC 242-ISO 50001 Food Safety: ISO 22000:2005 Medical Devices: ISO 13485:2003 Risk: ISO 31000 According to the ISO 8402-94 standards, “QUALITY” could be defined as “The set of characteristics of an entity that gives that entity the ability to satisfy, express an implicit needs“. It further states that “The purpose of quality is therefore to provide a client with a suitable offer with controlled processes while ensuring that this improvement does not translate into additional cost.1 Quality can be defined as a state of excellence whereby a product (due to our context) is free from defects, errors and produced according to standards defined by certain standards organizations. An example is the “ISO 9001” quality management standard. Quality Control in Project Management according to “PMBOK” (2007) “includes all activities of the overall management functions that determine the quality policy, objectives and responsibilities. Usually carried out by a quality control department,......

Words: 1816 - Pages: 8

Free Essay

Statics Quality Control

...Q1-6 one is quality of the service and the other is quality of the product. Product quality usually includes features, performance, defects.. Service quality includes delivery time, knowledge of delivery personnel etc Companies differentiate in offering products and services, but the variations between similar products of different producers are less prominent than the variations between services. You can count products in the same way as you can count your money (or have your service you this information). A service is not countable, but is “leveled;” better than the best service is not possible. There is a limit in what a service can offer the product is much more standardized, the service is tailor-made A product is produced by a manufacturing process. A service is offered by the utility element of companies; you subscribe to a service in the same way that you subscribe to your gas and electricity supplier • A product is physical , concrete , it can be weighed and measured. Examples are, bricks , computers , cars, gallons of syrup, etc,. A service is intangible, a service is someone doing the work , polishing the car, repairing the computer, laying the bricks, pouring the syrup Q1-13 Sum of costs incurred in maintaining acceptable quality levels plus the cost of failure to maintain that level (cost of poor quality Q3-6 B)for electronic component failure time the sample average=sum of all component/40=129.975 The stander deviation= 79.4609 Q3.37 We......

Words: 259 - Pages: 2

Free Essay

Quality Control

...10 steps of quality control Providing premium online methodology 10 steps of quality control Premium online methodology KNOTs Research has been working since 1996 to develop and manage active access to households worldwide. Building on our technical knowledge pioneered in the Japanese market, we have been active in Europe since 2001. All our work is carried out in accordance with the strictest market research professional standards codes and guidelines and we only conduct surveys for the purpose of marketing research and intelligence. We maintain and update full profile information for all our members on a regular basis and also actively recruit new members to join. Keeping the membership database fresh and engaged has resulted in high response rates for every survey – typically, depending on the complexity or scarcity of the sample, or the sensitivity of the subject, this will be between 12% and 35%. We have defined and implemented a clear set of rules to ensure that quality is our highest priority and support this through regular contact with our members. Currently, we have access to more than 40 million households in over 70 countries – and manage the relationship with global consumers on a daily basis. 10 steps of quality control 1. Maintain database – reliable and up to date 2. Confirm respondent’s identity 3. Screen with strict procedure 4. Select accurately the right sample 5. Inspect and test questionnaire thoroughly 6. Use self-completion method 7.......

Words: 1632 - Pages: 7

Premium Essay

Quality Control Plan

...Assumptions 9 3.6 Critical Success Factors and Issues 9 3.7 Mission Critical Systems/Applications/Services 10 3.8 Threats 10 3.8.1 Probable Threats 11 4 System Description 12 4.1 Physical Environment 12 4.2 Technical Environment 12 5 Plan 12 5.1 Plan Management 12 5.1.1 Contingency Planning Workgroups 12 5.1.2 Contingency Plan Coordinator 12 5.1.3 System Contingency Coordinators 13 5.1.4 Incident Notification 13 5.1.5 Internal Personnel Notification 13 5.1.6 External Contact Notification 13 5.1.7 Media Releases 14 5.1.8 Alternate Site (s) 14 5.2 Teams 14 5.2.1 Damage Assessment Team 14 5.2.2 Operations Team 15 5.2.3 Communications Team 15 5.2.4 Data Entry and Control Team 15 5.2.5 Off-Site Storage Team 15 5.2.6 Administrative Management Team 15 5.2.7 Procurement Team 15 5.2.8 Configuration Management Team 16 5.2.9 Facilities Team 16 5.2.10 System Software Team 16 5.2.11 Internal Audit Team 16 5.2.12 User Assistance Team 16 5.3 Data Communications 16 5.4 Backups 16 5.4.1 Vital Records/Documentation 17 5.5 Office Equipment, Furniture and Supplies 19 5.6 Recommended Testing Procedures 19 6 Recommended Strategies 20 6.1 Critical Issues 20 6.1.1 Power 20 6.1.2 Diversification of Connectivity 20 6.1.3 Offsite Backup Storage 21 7 Terms And Definitions 21 8 Appendices 41 APPENDIX A – CONTINGENCY PLAN CONTACT......

Words: 17284 - Pages: 70

Premium Essay

Quality Control

...Quality Control Quality Control Quality Training Manual Kajohn Hillman 6/23/2014 Table of Contents I. Introduction i. History of quality Management ii. The need for Quality Management II. The Role of Leadership i. Role they play in the success ii. Firms adoption of roles and effects of nonexistent role modeling iii. Monitoring and Metrics within the quality management improvements III. General Quality Strategies and Tools i. Establishing customer expectations ii. Designing quality in iii. Defining metrics iv. Mistake-proofing v. Kaizen vi. Six Sigma IV. Quality Tactics and the Logistics and Supply Chain Functions i. What tools are applicable internally ii. What tools are applicable externally with vendors V. Week 5: Roll-Out i. A communication plan ii. Sequence of steps to get personnel trained iii. Stakeholders on board I. History Of Quality Management The history of quality management and the movement can be traced as far back as medieval times in Europe when craftsmen and tradesmen organized themselves in unions called guilds which predate the 13th century. It wasn’t until the 19th Century when the industrial manufacturers of the world adopted this model of craftsmanship. The system had its emphasis on the inspection process which started in Great Britain during the 1700’s and grew immensely during the Industrial Revolution of the 1800’s. In the 20th century these......

Words: 3307 - Pages: 14

Premium Essay

Quality Control

...GE on Quality Control University of Texas at Brownsville October 25, 2012 Abstract Quality Control plays a major role in the success of a Company. GE is a prime example of a company implementing procedure and maintaining high quality to provide consumers what they are looking for and making every dollar count. Six Sigma and its key concepts contribute to the success of any company. Control Charts provide dominance in measuring variances and help prevent problems. Employee empowerment is another tool extremely vital to the success of a company. GE on Quality Control It is most important to assure consumers that the process for developing a product is followed accurately. The way to do this is to have quality control in a company. This is the most important aspect of the production process. The consumers should be able to visualize how the products work and that the products functions the way they are suppose too. Can a company guarantee the products meet the critical demands? By implementing quality assurance with all aspect of the production process will guarantee the products functionality and production. The company with the top of the line products in the market which all consumers know, is GE. They hold the prestige certification: ISO 1901:2008 which means that the company must preserve a well-designed quality management system in order for them to comply with acceptable business practices.1 These practices is what keeps GE above all others. . ......

Words: 1275 - Pages: 6

Premium Essay

Coal Quality Control

...coal qualiTy conTrol COAL QUALITY CONTROL Source: Aker Solutions Daniel Mahr, P of US baSeD .e energy aSSociateS, P gives us .c, an in depTh look aT The major issues relaTing To coal qualiTy from The perspecTive of Thermal power generaTion. service, and reduced impacts. Different energy conversion technologies have their applications, but no single option does it all. Wind, solar, and hydro options don’t use any fuel, so shouldn’t we just rely on these technologies? Wind power is best sited where the duration/velocity makes sense, away from migration pathways, and away from neighbours who would object to noise and fluttering shadows. It will likely require 100 per cent back-up or additional energy storage systems, and new longer transmission lines to load centres are often required. There are similar requirements for solar power, just substitute lumens for velocity. With hydro power, there are concerns for fish migration/ spawning, land use, geological concerns for T he power industry is confronting challenges with seemingly conflicting goals – affordable rates, dependable Industrial Fuels and Power l COAL QUALITY CONTROL ‘‘As power plants face a growing need to reduce costs and environmental impacts, coal quality is increasingly an issue of interest, as a means to do more with less..‘‘ supporting the weight of a new lake, stability concerns for newly saturated perimeter hills that can result in landslides, and the impact of a drought on production. Its the......

Words: 3960 - Pages: 16

Premium Essay

Quality Control

...general and application controls in a computerized information system. | 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13 | 52, 53, 54, 55, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 66 | 2. Explain the difference between auditing around the computer and auditing through the computer. | 14, 15, 16 | 51, 65 | 3. List several techniques auditors can use to perform tests of controls in a computerized information system. | 17, 18, 19, 20, 21 | 64 | 4. Describe the characteristics and control issues associated with end-user and other computing environments. | 22, 23, 24, 25 | 63 | 5. Define and describe computer fraud and the controls that an entity can use to prevent it. | 26, 27, 28, 29, 30 | 56 | SOLUTIONS FOR REVIEW CHECKPOINTS H.1 Given its extensive use, auditors must consider clients’ computerized information systems technology. All auditors should have sufficient familiarity with computers, computerized information systems, and computer controls to be able to complete the audit of simple systems and to work with information system auditors. More importantly, auditors must assess the control risk (and the risk of material misstatement) regardless of the technology used for preparing the financial statements. In a computerized processing environment, auditors must study and test information technology general and application controls. H.2 COBIT (which stands for Control Objectives......

Words: 10310 - Pages: 42

Premium Essay

Quality Control

...scheduled date. This project was called PC SWAP. The quality issue that the Program Manager had was there was not a budget itemized. For example, each office was allocated a certain amount of funds for their budget. The itemized budget should have consisted of the IT travel such as air, food, and transportation. There was not enough communication between each office. Although the offices were out of state there could have een some teleconference meeting to go over the process. There should have been discussions on what time the PC Swap starts and what type of training will take place once the new software and programs have been installed. On Monday, all staff returned to the office and did not know how to use their new equipment. The administrative employees were assisting with training. The management team received new printers in their office. Unfortunately, the printers were not setup, and it took some employees about a week to get their printer compatible with their computers. This causes a lot of problems because the management team sometimes has to print confidential documents. Also, another issue was that the IT did not meet with the management team to discuss what drives the employees should have access to. All employees should not have access to the finance drive and payroll. “Quality control focuses on monitoring the activities and results of the project to ensure that the project complies with the quality standards. Once the project’s......

Words: 558 - Pages: 3

Premium Essay

Quality Control of It Projects in an Innovative Environment

...Abstract Enhanced quality control methods are increasingly critical for IT projects, often plagued with failure as performance objectives do not align with traditional measures. This study provides theoretical and practical implications for information technology (IT) project quality control, particularly within the domains of project management and performance measurement. The data provided qualitatively and quantitatively demonstrates the criticality of enhanced project quality control in the IT industry. Analysis of alternative methods provides alternatives to the traditional method. Alternative methods have been applied and well-accepted at large organizations who realized the criticality of these measures as new products, services, and results showed significant overall improvement. Overall this study demonstrates that improving quality control methods for IT projects leads to a strong project design—a key component of project success. This study provides theoretical and practical implications for information technology (IT) project quality control, particularly within the domains of project management and performance measurement. There is “a growing disenchantment with the traditional methodology” that measures project success by approaches such as time conformance and budget adherence, prompting stakeholders and project managers to seek methods that will provide a clear analysis of project performance (Barclay & Osei-Bryson, 2008, p. 139).......

Words: 4085 - Pages: 17

Premium Essay

Quality Control and Tqm

... Back to "Search By Author" COMPARISON OF TQM AND ISO 9000 EFFECTS IN COMPANY PERFORMANCE: AN EMPIRICAL STUDY IN SPANISH COMPANIES ABSTRACT The effect of Total Quality Management (TQM) and ISO 9000 on performance has been extensively analysed by researchers, but this sort of research has usually been developed in separated cells. However, there are few articles analysing the effect of both systems within the same sample of companies. Our paper analyses both the effect of a TQM system and the ISO 9000 implementation in company performance. A structured questionnaire using the Flynn et al. (1994) scale for measuring TQM has been used to get the data. A postal survey to nearly 3000 industrial Spanish companies with more than 100 employees was sent. This questionnaire was answered by 713 quality managers. The results show a positive relationship between TQM application and hard and soft results while only an improvement in hard results after the ISO 9000 implementation has been found. 1. INTRODUCTION Over the last two decades quality management has been an important research topic as it can be seen by the important number of publications in scientific journals (Martínez et al., 1998). This interest has mainly been motivated by the success’ stories of companies that, after applying some sort of quality management, have increased their productivity and results. In this way, many researchers have analysed the impact of TQM implementation on business performance......

Words: 4504 - Pages: 19

Free Essay

Quality Control Tests on Soaps

...“IMPROVING THE QUALITY OF SHEANUT PRODUCTS FOR GLOBAL COMPETITIVENESS” PRESENTATION BY PAUL B. ORHII, JD, MD, Ph. D, DIRECTORGENERAL (NAFDAC), AT THE SEMINAR ON SHEANUT AT HYDROHOTELS, MINNA, ON 4TH AUGUST, 2010. Protocol: I feel highly honored to be invited to present a paper with the theme: “Shea nut industry in Nigeria: exploiting its potentials for economic growth and development “. I commend the management of Central Bank of Nigeria (CBN) for organizing this seminar which provides a forum for the various stakeholders to engage in discussions towards exploiting the potentials of Shea nut industry for economic growth. The theme of the conference is also timely considering the efforts being made by various sectors in order to rescue Nigeria from the impact of the global financial crisis. Your choice of topic: “Improving the quality of Shea nut products for global competitiveness” is also commendable. This forum will not only expose the hidden potentials of Shea nut crop and its produce but also addresses the operational challenges of policy implementation, compliance to regulatory requirements and promotion of exchange of ideas to mitigate such challenges, but will also foster collaborations among the different stakeholders towards improving our economy. This address will highlight all the efforts of NAFDAC to effectively regulate the food , cosmetics and pharmaceutical industry as a means of improving the quality of Shea nut products for global 1 competitiveness. We......

Words: 4296 - Pages: 18

Nabhada Sukhakrit | Crapston Villas | L.A. Confidential