Teleologi

In: Other Topics

Submitted By Stephi
Words 676
Pages 3
NO |NAMA |PENJELASAN | |
|1. |TELEOLOGI |Definisi : Teleologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Telos” yang berarti akhir/tujuan/maksud|
| | |dan “Logos” yang berarti pengetahuan. Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu |
| | |dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu. Istilah teleologi dikemukakan oleh Christian |
| | |Wolff, seorang filsuf Jerman abad ke-18. Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala|
| | |yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, |
| | |arah, dan bagaimana hal-hal ini direalisasikan dengan cara yang baik. |
| | |Teori Turunannya : |
| | |Hedonisme, merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan |
| | |hidup dan tindakan manusia. Kata Hedonisme diambil dari bahasa Yunani, yaitu hēdonismos dari |
| | |akar kata hēdonē yang berarti "kesenangan". Paham ini menjelaskan bahwa apa yang memuaskan |
| | |keinginan manusia dan apa yang meningkatkan kuantitas kesenangan itu sendiri adalah baik. Paham|
| | |ini muncul sekitar tahun 433SM dan tokoh dari paham ini adalah Aristippus dan Epikuros. |
| | |Eudaimonisme (etika pengembangan diri atau etika kesempurnaan hidup), adalah pandangan hidup |
| | |yang menganggap…...

Similar Documents

Analisis Kasus Industri Rokok Ditinjau Dari Teori Etika Egoisme

...membantu dalam proses penyusunan makalah ini, baik secara langsung maupun tidak. Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun dalam penyempurnaan karya tulis ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi penyusun umumnya bagi pembaca. Amin. Bogor, Juli 2014 Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI i 1. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Tujuan 1 2. TINJAUAN PUSTAKA 1 Definisi Etika 1 Etimologi Etika 1 Definisi Etika Menurut KBBI 1 Definisi Etika Menurut Para Ahli 1 Teori Etika 1 Teori Deontologi 1 Teori Teleologi 1 Teori Egoisme 1 Teori Etika Egoisme 1 Definisi Egoisme 1 Perspektif Egoisme 1 3. PEMBAHASAN 1 Kasus Etika Bisnis yang Terkait dengan Teori Egoisme 1 Analisis Kasus 1 4. KESIMPULAN 1 DAFTAR PUSTAKA 1 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam melimpah. Salah satu kekayaan alam tersebut adalah melimpahnya keragaman tanaman tembakau dan cengkeh dengan kualitas yang sudah mendunia. Dengan adanya kekayaan alam tersebut mendorong Indonesia menjadi salah satu negara produsen rokok terbesar di dunia. Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara pengkonsumsi rokok terbesar di dunia setelah China dan India. Menjanjikannya rokok sebagai......

Words: 4531 - Pages: 19

Tugas Sindy

...dari pengorbanan-Nya di kayu salib. Allah yang benar hanyalah Allah dari salib itu. Kristus membukakan kepada alam semesta kasih Keallahan yang tiada batasReferensi: 1. 2. 38 nya itu berikut kuasa yang menyelamatkan; diperkenalkan-Nya Allah Tritunggal yang rela menjalani derita keterpisahan karena cinta kasih yang tidak bersyarat yang diberikan kepada planet yang memberontak. Dari salib inilah Allah mengumumkan undanganNya yang penuh kasih kepada kita: Damailah, “damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Flp. 4:7). 3. 4. Gordon R. Lewis, Decide for Yourself: A Theological Workbook (Downers Grove, IL: Inter Varsity Press, 1978), hlm. 15. Sifatnya kosmologis, teleologis, ontologis, antropologis, dan argumen-argumen religi. Baca, T.H. Jemison, Christian Be liefs (Mountain View, CA: Pacific Press, 1959), hlm. 72; Richard Rice, The Reign of God (Berrien Springs, MI: Andrews University Press, 1985), hlm. 53-56. Argumen-argumen ini bukannya membuktikan adanya Allah melainkan menunjukkan kemungkinan kuat adanya Allah. Bagaimanapun, percaya atas adanya Allah berlandaskan iman. Yahweh adalah “deretan huruf nama Allah yang amat kudus dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14,15; 6:3). Pada hakikatnya dalam bahasa Ibrani terdiri dari empat huruf konsonan YHWH. Pada umumnya orang Yahudi menolak mengeja kata ini karena takut meremehkan nama Allah–sehingga mereka tidak mau menyebutnya dengan suara keras. Gantinya,......

Words: 176042 - Pages: 705

Old Town Marketing Plan

...perolehannya tersebut disertai suatu upaya korektif, dan proses memperoleh keutamaan melawan arus, dengan mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam keadaan biasa. Sehingga keutamaan membuat manusia menjadi baik secara pribadi dan menjadi ciri individual. Berkaitan dengan permasalahan yang sedang dibahas yaitu gambar-gambar penuh luka yang tragis, berdarah- darah dan terlalu mendramatisir sebuah fenomena maka selayaknyalah wartawan memiliki sifat keutamaan seperti belas kasih dan ugahari misalnya. Sehingga suasana kondusif masyarakat masih bisa tercipta dengan meminimalisir pertikaian yang sudah terjadi, tidak justru menimbulkan suasana semakin panas dan membuat kerusuhan justru tak mereda. Etika Teleologi dan Deontologi Pada Kode Etik Jurnalistik Dalam etika Teleologi yang terarah pada tujuan terdapat tiga kajian yang perlu mendapat perhatian di sini yaitu hedonisme, eudemonisme, utilitarisme klasik dan atau utilitarisme aturan. Dalam hedonisme segala perbuatan dan tindakan kita bertujuan mendapatkan kesenangan, sehingga gambar-gambar yang penuh luka korban kerusuhan diharapkan menumbuhkan kesenangan bagi yang menontonnya dalam hal ini khalayak sasaran, terbukti acara tentang ini memiliki banyak iklan. Ditinjau dari Eudemonisme penayangan gambar-gambar yang berdarah-darah penuh luka tersebut dalam rangka memanjakan pemilik media yang memegang tampuk kekuasaan terbesar dalam tinjauan secara ekonomi proses tayang sebuah berita. Apa yang menjadi keinginan......

Words: 6465 - Pages: 26

The Dissolution of Ethical Decision Making Terjemahan

...sebagai '' diri '' yang mengandung unsur proyeksi diri di masa depan. Orang-orang dengan CEVS terpengaruh pendekatannya dalam pengambilan keputusan etis. Apakah orang-orang berlangganan terutama ke Sekolah Deontologis atau ke Sekolah Teleologis dari cara berpikir di mana orang tersebut mengevaluasi situasi tertentu (Hunt dan Vitell 1986;. Ferrell et al 1989). Artinya, sekolah etika pemikiran dipekerjakan oleh orang yang memberikan kriteria untuk membuat keputusan. Pendekatan deontologis menyatakan bahwa secara etis pemberiaan keputusan ini didasarkan pada apakah tindakan yang '' benar. Klise populer yang mencirikan Pendekatan deontologist adalah , ''Tidak peduli apakah Anda menang atau kalah, tetapi bagaimana Anda memainkan game tersebut. '' Pendekatan teleologis mewakili pandangan dunia yang bertentangan. Menggunakan Pendekatan teleologis, seseorang hanya peduli mengenai hasil dari suatu tindakan. Suatu tindakan dianggap'' baik '' jika tindakan itu membantu mencapai hasil yang diinginkan. Itu berarti untuk mencapai hasil yang memuaskan tidak relevan dengan isu-isu etika.. Klise populer yang mencirikan pendekatan teleologis adalah, '' Hasil akhir membenarkan segala cara. '' Sebuah teori etika umum dikategorikan sebagai bagian dari Sekolah teleologis adalah Machiavellianism. Pembubaran pengambilan keputusan etis dapat terjadi ketika individu mendukung secara ekstrim dan / atau tersesat dari versi Machiavellianism, meluasnya kesenjangan antara norma-norma etika pribadi dan......

Words: 10776 - Pages: 44

Kasus Monopoli Pln

...listrik secara sepihak sehingga investor pun enggan untuk berinvestasi. E. ETHICAL REVIEW Prinsip-prinsip mengenai etika bisnis yang mempunyai koneksi khusus pada kasus PT.PLN ini antara lain teori etika deontologi, teori etika teleologi, dan teori etika utilitarianisme. Menurut teori etika deontologi, PT.PLN tidak etis dalam kegiatan usahanya karena belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara adil dan merata walaupun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, tetapi tidak diikuti dengan perbuatan atau tindakan yang baik. Sehingga, tidak sesuai dengan konsep teori deontologi ini yang mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri dan harus bernilai moral karena berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Menurut teori etika teleologi, PT.PLN dinilai etis dalam kegiatan usahanya karena monopoli PT.PLN terbentuk secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pasal 33 UUD 1945, dimana pengaturan, penyelenggaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hukumnya ada pada negara untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Fakta ini sesuai dengan konsep teori etika teleologi yang menilai baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Menurut teori etika utilitarianisme, PT.PLN dinilai......

Words: 522 - Pages: 3

Tabacco alcohol free lifestyle | Apple iPhone 7 32GB GSM Unlocked Smartphone | Accidental Farmer